M2. Sebum Control Gel

M2. Sebum Control Gel

Mengatur kelenjar sebum dan mengendalikan sekresi sebum yang berlebih tanpa membuat kulit kering. Gel halus dan ringan yang meluncur mulus di kulit ini juga seketika menyerap sebum berlebih dan mengurangi bercak dan keriput halus agar kulit tampak mulus dan bebas kilap.

M Line Matte Black - Sebum Control Gel


Smart Skin Tip

Selain cocok digunakan oleh pria, Sebum Control Gel juga cocok digunakan oleh wanita dengan kulit berminyak, atau kulit kombinasi yang ingin mengatasi problem minyak berlebih pada wajah. Formulanya yang ringan mampu mengatasi kilap minyak pada wajah dan menyamarkan garis halus untuk tampilan kulit lebih sehat dan segar.

Sebum Control Gel ini juga menyerap minyak berlebih dan membantu mengatasi noda jerawat dan garis halus pada wajah untuk tampilan kulit sehat, bebas kilap. Seiring waktu, gel ini secara efektif membantu mengatasi problem pada kulit berminyak dan kombinasi.

Hasil Uji Klinis

Hasil Uji klinis Mline

M3. Recharge Night Pack

M3. Recharge Night Pack

Krim malam yang efektif memberikan kulit menjadi lembap, warna merata, dan tampak muda berseri. Sebagai krim malam yang ringan dan cepat meresap.

M Line Matte Black - Recharge Nigh Pack


Smart Skin Tip

Pakailah pelembab walaupun Anda memiliki kulit berminyak. Kulit yang berminyak tidaklah berarti bahwa kulit tersebut lembap. Sebaliknya, kulit yang lembap mampu mengontrol produksi minyak secara normal.

Mencuci kulit berminyak terlalu sering justru akan membuat kulit menjadi kering, sehingga kalenjar minyak akan bereaksi memproduksi minyak lebih banyak lagi, yang dapat menimbulkan masalah seperti jerawat. M3. Recharge Night Pack efektif mengatasi hal semacam ini sehingga kulit menjadi sehat dan seimbang.

Menggunakan air saja tidak cukup efektif untuk mengangkat kotoran, minyak, dan keringat yang menumpuk di kulit. Sabun mandi dan sampo tidak diformulasikan untuk digunakan pada kulit wajah, dan cenderung akan mengikis lapisan minyak alami kulit (sebum).

Karena sifatnya yang terlalu keras, penggunaannya malah akan mengakibatkan kulit kering dan teriritasi. Dianjurkan untuk mencuci wajah dengan Energizing Carbon Wash 2 kali sehari, dan menutrisi dengan pelembap di malam hari untuk menjaga kulit tetap sehat.

Ketika mandi proses pencucian wajah sebaiknya dilakukan pada tahap akhir, dan pastikan tidak ada sisa bilasan sampo dan conditioner yang tertinggal di wajah, bahu, dan punggung. Produk perawatan rambut seperti sampo dan conditioner cenderung memiliki kandungan dasar berbahan minyak sehingga dapat meninggalkan residu pada kulit.

Ketika Anda membilas rambut, sisa produk akan mengenai wajah dan tubuh, jika tidak dibersihkan, residu ini dapat menimbulkan jerawat di wajah, bahu, dan punggung. Untuk menghindari ini, sebaiknya proses mencuci rambut dilakukan sebelum mencuci wajah dan tubuh untuk memastikan tidak ada residu yang tertinggal setelahnya.

HDI Propolis Bath Soap

Luka Sembuh Tanpa Bekas

HDI Bee Botanics Aloe Propolis Cream with Honey Extract adalah krim luka yang mengandung bee propolis dan aloe vera. Krim ini berperan sebagai antiseptik alami yang membantu mengoptimalkan proses penyembuhan luka. Praktis untuk penggunaan sehari-hari dan aman untuk semua jenis kulit.

HDI Bee Botanics Aloe Propolis Cream with Honey Extract

Terbukti dapat:

  • Menyembuhkan luka gores, luka bakar, luka gigitan serangga, dan luka lainnya. 
  • Membantu menekan pertumbuhan bakteri pada luka sehingga luka terlindungi dari iritasi dan infeksi. 
  • Mencegah peradangan. 
  • Menstimulasi pembentukan kolagen sehingga membantu proses penyembuhan dan mencegah luka meninggalkan bekas.

Saran HDI:

Bersihkan area luka terlebih dahulu, kemudian oleskan HDI Bee Botanics Aloe Propolis Cream with Honey Extract secara tipis sebanyak 2 - 3 kali sehari.

Isi per kemasan:

  • 36 gram/tube

Cegah Radikal Bebas dengan Anti-oksidan

Radikal Bebas

Paparan sinar matahari, asap rokok, alkohol, dan polusi merupakan beberapa faktor eksternal yang mengakibatkan munculnya radikal bebas.
Begitu pula pola hidup yang berantakan, stres, kurang tidur, dan sering mengonsumsi makanan saji cepat juga berperan besar dalam menghasilkan radikal bebas.


Radikal bebas yang berada di dalam tubuh itu akan merusak sel, DNA, dan zat-zat kimia. Itu mengakibatkan dampak negatif bagi tubuh manusia, seperti penuaan dini serta munculnya berbagai penyakit serius.

Melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas tersebut bisa dilakukan dengan meningkatkan anti-oksidan di dalam tubuh. Anti-oksidan merupakan zat yang mampu memperlambat ataupun mencegah proses oksidasi.

Zat itu secara nyata mampu memperlambat atau menghambat oksidasi zat yang mudah teroksidasi meskipun dalam konsentrasi rendah.

Anti-oksidan
ORAC Propoelix
Nilai ORAC Propoelix

Anti-oksidan merupakan senyawa-senyawa yang melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas oksigen reaktif jika berkaitan dengan penyakit. Radikal bebas itu dapat berasal dari metabolisme tubuh dan faktor eksternal lainnya.

Anti-oksidan itu berperan menghentikan atau meminimalkan kerusakan yang disebabkan radikal bebas. Antioksidan biasanya ditemukan pada acaiberry (1027 poin), jeruk (24 poin), bayam dan brokoli (15 poin) serta greentea (12 poin). Tingkat pengukuran anti-oksidan dikenal sebagai Oxygen Radical Absorbance Capacity (ORAC).

Terkait dengan itu, Senior Team Leader Product Development HDI Alva Paloma memaparkan HDI Propoelix memiliki kandungan anti-oksidan yang sangat tinggi.

Nilainya yakni 21.921 poin ORAC, atau 913 kali lebih banyak daripada nilai antioksidan pada jeruk yang hanya mendapatkan 24 poin. Angka itu diyakini menjadi angka ORAC tertinggi di dunia.

Penyakit Degeneratif

Menurut Alva, produk yang mengandung antioksidan tersebut dapat mencegah terjadinya penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif adalah penyakit yang muncul karena adanya penurunan fungsi organ tubuh.

Penyakit itu umumnya terjadi pada usia lanjut seiring dengan kemunduran fungsi sel tubuh. Contoh penyakit degeneratif itu antara lain stroke, jantung koroner, diabetes mellitus, kanker, parkinson, alzeimer, osteroporosis.

Semakin ke sini, lanjut dia, penyakit degeneratif tampaknya tidak hanya milik usia lanjut, tetapi juga usia muda. Hal itu bisa terjadi akibat pola hidup yang semakin tidak sehat, misalnya sering mengonsumsi junk food, merokok, mengonsumsi alkohol, stres, kurang tidur atau istirahat, dan kurang olahraga.

Tingkatkan Imun

Key Leader Regional Marketing HDI Su-Mae Chia menambahkan, HDI Propoelix mampu meningkatkan kekebalan tubuh, terutama bagi masyarakat yang terpapar oleh radikal bebas.

Produk itu juga membantu masyarakat terutama bagi usia muda yang peduli dengan kesehatan mereka. Fenomena itu menjadi kesempatan untuk mengedukasi bahwa suplemen sebenarnya dapat dikonsumsi agar meningkatkan sistem imun dan menstabilkan dengan gaya hidup sekarang ini.

“HDI Propoelix akan meningkatkan kekebalan tubuh yang memberikan energi dan stamina dalam beraktivitas,“ pungkas Su-Mae Chia.
(Wib/S-25) wibowo @mediaindonesia.com

Solusi Revolusioner bagi Penderita DBD

Terapi Suportif DBD

Propoelix sebagai terapi suportif DBD mampu mempercepat peningkatan jumlah trombosit dan mempersingkat masa rawat inap pada pasien DBD.


Seminggu sebelum berakhirnya libur kuliah, Daniel memutuskan berwisata ke Yogyakarta.
Pria berusia 22 tahun itu bersama rekan-rekannya pergi ke sana dari Temanggung melalui Magelang.

Perjalanan sekitar selama 2 jam 10 menit untuk jarak 68 kilometer itu diakses dengan kendaraan umum yang mengakibatkan pola makannya menjadi berantakan. Akibatnya, kondisi tubuh menjadi kurang fit.

Pada saat yang bersamaan, Daniel digigit nyamuk Aedes aegypti. Setelah diserang, dia merasa pusing, demam tinggi mendadak, nyeri berat pada kepala, dan nyeri di belakang mata.

“Apabila melirik, rasanya mata saya ngilu. Demam yang saya alami naik turun. Terkadang saya merasa sembuh, tapi setengah jam kemudian kembali demamnya naik secara signifi kan,” ujarnya, baru-baru ini.

Setelah demam selama tiga hari, Daniel disarankan orangtuanya untuk cek kesehatan ke klinik. Hasil tes darah menunjukkan ia positif terkena demam berdarah dengue (DBD).

“Trombosit saya 123 ribu, padahal normalnya minimal 150 ribu. Terus, leukosit saya 1.900, padahal batas wajarnya minimal 4.000,” ungkap Daniel.

Ia pun dirujuk ke rumah sakit untuk rawat inap. Penanganannya, Daniel diinfus dan diberi obat penurun demam serta diharuskan makan banyak dan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Ia juga diminta minum yang banyak untuk menetralkan suhu tubuh dan toksin dalam tubuh.

Belum cukup sampai di situ, keluarga juga merekomendasikannya untuk minum sari kurma untuk memperkuat daya tahan tubuh. Selanjutnya, mengonsumsi jus jambu biji merah sebagai penurun demam. Daniel juga mengonsumsi obat herbal dan angkak yang dipercaya dapat meningkatkan trombosit.

Menurut dia, selama perawatan di rumah sakit, trombositnya naik turun secara drastis. Kondisi serupa juga terjadi pada suhu tubuhnya. Ketika saat fase kritis, demam memang turun. Akan tetapi, trombosit juga turun.

Baru kemudian saat memasuki hari ketujuh, trombosit Daniel meningkat. Hasil pemeriksaan rumah sakit memperbolehkan Daniel untuk istirahat di rumah.

Penanganan penyakit DBD sampai saat ini memang dititikberatkan pada pemberantasan vektor secara intensif dan terapi suportif karena belum ada obat dan vaksin untuk virus yang disebabkan nyamuk yang termasuk kelas famili flaviviridae tersebut.

Padahal, kejadian infeksi virus dengue merupakan jumlah terbesar di dunia.Dari 2,5 miliar penduduk dunia, diperkirakan terdapat 50-100 juta kasus setiap tahunnya. Data yang dilaporkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk DBD dari 2000 sampai 2007 ialah sebanyak 925.986 kasus di 70 negara di dunia.

Di Indonesia sendiri, demam berdarah telah menjadi masalah kesehatan yang menggerogoti masyarakat selama 41 tahun terakhir. Berdasarkan data pada 2007, lebih dari 35% di daerah urban, terhitung 150 ribu kasus yang dilaporkan, dan di antaranya 25 ribu kasus terjadi di Jakarta dan Jawa Barat, dengan case fatality rate (CSR) hampir 1%.

Ekstraksi propolis 
Su Mae Chia
Key Leader Regional Marketing HDI Su Mae Chia.

Guna merespons kebutuhan obat untuk menangani penyakit demam berdarah dengue itu, penelitian atas efek pemberian propolis sebagai terapi suportif DBD dilakukan.

Propolis ialah nama lain dari lem lebah, propolis balsam, dan propolis resin. Propolis merupakan substansi resin (sejenis getah tanaman) yang berasal dari kulit kayu dan pucuk-pucuk tanaman, yang dikumpulkan oleh lebah dan kemudian dicampur dengan lilin dan air liur lebah.

Propolis digunakan untuk melindungi pintu sarang lebah yang akan mensterilkan setiap lebah yang masuk. Selain itu lebah juga menggunakan propolis untuk memperbaiki sarang mereka yang retak atau rusak.

Metode yang digunakan dalam riset itu adalah double blind, acak, dan plasebo-terkontrol pada divisi penyakit dalam di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.

Pada metode yang berjalan sejak Mei 2012 hingga Juli 2013 itu, 63 pasien memenuhi kriteria inklusi.

Mereka diberi dua kapsul 200 mg Propoelix tiga kali sehari atau plasebo setiap hari selama tujuh hari yang dilakukan secara acak. Propoelix ialah ekstraksi super dari propolis yang dilakukan dengan menggunakan proses ekstraksi unik untuk menghilangkan bahan yang tidak diperlukan tubuh (misalnya resin) serta mempertahankan bahan aktif dalam bentuk unik yang bisa larut air.

Untuk mengetahui efektivitasnya, penelitian membandingkan perbedaan variabel klinis dan laboratoris pada kedua kelompok, termasuk marker antiinflamasi.

Pasien dianggap memenuhi kriteria teknis untuk keluar dari rumah sakit apabila jumlah trombosit mereka mencapai dan melebihi 100 ribu. Namun, mereka semua tetap diamati sebagai pasien rawat inap selama tujuh hari.

Lebih Cepat 

Menurut dokter spesialis penyakit dalam RSPAD Gatot Soebroto, dr. Soroy Lardo, Sp. PD. FINASIM, hasil dari riset itu, yakni 31 pasien pada kelompok Propoelix, menunjukkan kecenderungan pemulihan untuk jumlah trombosit lebih cepat pada hari ketiga dan menjadi signifikan pada hari keenam ketimbang 32 pasien pada kelompok plasebo.

Konsumsi Propoelix pun memberikan dampak penurunan signifikan di tingkat Tumor Necrosis Factor (TNF) pada hari ketujuh terapi ketimbang pasien pada kelompok plasebo. Selain itu, pasien kelompok Propoelix memiliki lama perawatan lebih singkat di rumah sakit jika dibandingkan dengan mereka yang berada di kelompok plasebo.

Kesimpulannya, Propoelix dinilai mampu mempercepat peningkatan jumlah trombosit, menurunkan tingkat TNF, serta mempersingkat masa rawat inap pada pasien DBD.

Terkait dengan itu, Senior Team Leader Product Development HDI, Alva Paloma, menjelaskan HDI Propoelix terbukti efektif sebagai terapi tambahan DBD yang diperoleh dari uji klinis pada penderita di rumah sakit.

Produk tersebut memiliki sifat antiinflamasi, antibakteri, antivirus, antijamur, immunomodulatory, antimikroba, memiliki antioksidan tinggi, dan juga mengandung Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE) yang tinggi.

Sifat-sifat yang terkandung pada HDI Propoelix sangat bermanfaat untuk membantu menyembuhkan penyakit degeneratif, yaitu penyakit yang disebabkan lemahnya sistem kekebalan tubuh, seperti diabetes, kanker, stroke, dan DBD.

“Hampir semua penyakit degeneratif disebabkan melemahnya respons sistem imun tubuh sehingga tubuh jadi amat mudah terinfeksi virus dari luar,“ ungkap Alva.

Apalagi, bila melihat tren saat ini, penyakit degeneratif kini tidak lagi didominasi usia lanjut. Sel-sel tubuh mereka tidak lagi berfungsi sempurna.

“Penyakit degeneratif kini menjadi penyakit yang berisiko pada semua orang. Penyakit degeneratif mampu menyerang setiap orang dalam rentang yang waktu yang cepat,“ pungkasnya.

(Wib/S-25) wibowo @mediaindonesia.com

Propoelix Plus - Efek Samping Kemo

Efek Samping Kemo Bisa Diminimalkan

PENGOBATAN kanker atau yang biasa disebut dengan kemoterapi tidak hanya memerangi sel-sel kanker, tetapi juga memiliki efek samping. Akan tetapi, dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, efek samping yang merugikan itu kini dapat diminimalkan.

Konsultan Medis High De­sert International (HDI) dr Ivan Hoesada, M BioMed, mengatakan pertumbuhan sel kanker dapat dicegah dengan mengonsumsi zat-zat yang mengandung antioksidan. Propolis herbal alami yang bersifat antikanker jika dikombinasikan dengan imunomodulator, yaitu ekstrak dari jamur lingzhi, maitake, dan shitake akan mengurangi efek samping kemoterapi.

“Efek kemoterapi itu beragam, obat kanker juga macam-macam. Tapi kalau dia bahannya alami, justru selain mencegah pertumbuhan sel kanker, juga bisa mengurangi efek samping kemo,” ujar Ivan saat acara Update on the Prevention & Therapy of Breast Cancer with Natural Antioxidant Propoelix di Jakarta, Sabtu (29/10).

Berdasarkan penelitian, komponen flavoloid pada propolis mampu bekerja pada tingkat biomolekuler yang menghambat pertumbuhan sel kanker. Berbeda dengan pro­polis di pasaran, HDI Propoelix Plus memiliki kandungan propolis alami herbal.

Lantaran itu, menurut Dokter Patologi Anatomi RS Karyadi Semarang dr Siti Amarwati, Sp PA (K), zat antikanker alami yang dikombinasikan dengan imunomodulator, yaitu ekstrak dari jamur lingzhi, maitake, dan shitake tidak hanya mampu melawan sel kanker. Lebih dari itu, kandungan tersebut juga tidak menimbulkan efek samping saat kemo.

“Bahkan, produk HDI Propoelix Plus karena tidak mengandung bahan kimia, jadi bisa dikonsumsi bersamaan dengan obat,” terangnya.

Senior Team Leader Pro­duct Development HDI Alva Paloma menambahkan, pihaknya ikut berupaya memberikan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat supaya lebih peduli pada kesehatan, terutama melakukan deteksi dini pada pencegahan kanker.

Heru Darmawan

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjadvYLwqQPp8L0Y5EU6ZdUb6axj9ICpf-uprHaCJ3zNZ-7OS6Lsh96PuSOxhOcAd7vc-wJu5tLpXwjQJ-gYOPjPLiwYeujS47CGFkiMMd4sFAFUs5mUMLEIaJlkz4oRIIwYSOErSytITWH/s1600/Bisnis+HDI.png} Bisnis High Desert adalah bisnis jaringan sosial network marketing produk perlebahan dari HDI. Pengunjung dapat turut bergabung dalam komunitas dan merasakan berbagai kemudahan dengan menjadi Enterpriser. {facebook#https://www.facebook.com/heru.darmawan.HDI} {twitter#https://twitter.com/maduaslihd} {google#https://plus.google.com/+Bisnis-hdiBlogspot} {pinterest#http://www.pinterest.com/creativeidea153} {youtube#http://www.youtube.com/channel/UCblOoPHf7ArXfRYqKXgCpOw} {instagram#https://www.instagram.com/heru.hdi/}