Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Cegah Radikal Bebas dengan Anti-oksidan

Radikal Bebas

Paparan sinar matahari, asap rokok, alkohol, dan polusi merupakan beberapa faktor eksternal yang mengakibatkan munculnya radikal bebas.
Begitu pula pola hidup yang berantakan, stres, kurang tidur, dan sering mengonsumsi makanan saji cepat juga berperan besar dalam menghasilkan radikal bebas.


Radikal bebas yang berada di dalam tubuh itu akan merusak sel, DNA, dan zat-zat kimia. Itu mengakibatkan dampak negatif bagi tubuh manusia, seperti penuaan dini serta munculnya berbagai penyakit serius.

Melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas tersebut bisa dilakukan dengan meningkatkan anti-oksidan di dalam tubuh. Anti-oksidan merupakan zat yang mampu memperlambat ataupun mencegah proses oksidasi.

Zat itu secara nyata mampu memperlambat atau menghambat oksidasi zat yang mudah teroksidasi meskipun dalam konsentrasi rendah.

Anti-oksidan
ORAC Propoelix
Nilai ORAC Propoelix

Anti-oksidan merupakan senyawa-senyawa yang melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas oksigen reaktif jika berkaitan dengan penyakit. Radikal bebas itu dapat berasal dari metabolisme tubuh dan faktor eksternal lainnya.

Anti-oksidan itu berperan menghentikan atau meminimalkan kerusakan yang disebabkan radikal bebas. Antioksidan biasanya ditemukan pada acaiberry (1027 poin), jeruk (24 poin), bayam dan brokoli (15 poin) serta greentea (12 poin). Tingkat pengukuran anti-oksidan dikenal sebagai Oxygen Radical Absorbance Capacity (ORAC).

Terkait dengan itu, Senior Team Leader Product Development HDI Alva Paloma memaparkan HDI Propoelix memiliki kandungan anti-oksidan yang sangat tinggi.

Nilainya yakni 21.921 poin ORAC, atau 913 kali lebih banyak daripada nilai antioksidan pada jeruk yang hanya mendapatkan 24 poin. Angka itu diyakini menjadi angka ORAC tertinggi di dunia.

Penyakit Degeneratif

Menurut Alva, produk yang mengandung antioksidan tersebut dapat mencegah terjadinya penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif adalah penyakit yang muncul karena adanya penurunan fungsi organ tubuh.

Penyakit itu umumnya terjadi pada usia lanjut seiring dengan kemunduran fungsi sel tubuh. Contoh penyakit degeneratif itu antara lain stroke, jantung koroner, diabetes mellitus, kanker, parkinson, alzeimer, osteroporosis.

Semakin ke sini, lanjut dia, penyakit degeneratif tampaknya tidak hanya milik usia lanjut, tetapi juga usia muda. Hal itu bisa terjadi akibat pola hidup yang semakin tidak sehat, misalnya sering mengonsumsi junk food, merokok, mengonsumsi alkohol, stres, kurang tidur atau istirahat, dan kurang olahraga.

Tingkatkan Imun

Key Leader Regional Marketing HDI Su-Mae Chia menambahkan, HDI Propoelix mampu meningkatkan kekebalan tubuh, terutama bagi masyarakat yang terpapar oleh radikal bebas.

Produk itu juga membantu masyarakat terutama bagi usia muda yang peduli dengan kesehatan mereka. Fenomena itu menjadi kesempatan untuk mengedukasi bahwa suplemen sebenarnya dapat dikonsumsi agar meningkatkan sistem imun dan menstabilkan dengan gaya hidup sekarang ini.

“HDI Propoelix akan meningkatkan kekebalan tubuh yang memberikan energi dan stamina dalam beraktivitas,“ pungkas Su-Mae Chia.
(Wib/S-25) wibowo @mediaindonesia.com

Solusi Revolusioner bagi Penderita DBD

Terapi Suportif DBD

Propoelix sebagai terapi suportif DBD mampu mempercepat peningkatan jumlah trombosit dan mempersingkat masa rawat inap pada pasien DBD.


Seminggu sebelum berakhirnya libur kuliah, Daniel memutuskan berwisata ke Yogyakarta.
Pria berusia 22 tahun itu bersama rekan-rekannya pergi ke sana dari Temanggung melalui Magelang.

Perjalanan sekitar selama 2 jam 10 menit untuk jarak 68 kilometer itu diakses dengan kendaraan umum yang mengakibatkan pola makannya menjadi berantakan. Akibatnya, kondisi tubuh menjadi kurang fit.

Pada saat yang bersamaan, Daniel digigit nyamuk Aedes aegypti. Setelah diserang, dia merasa pusing, demam tinggi mendadak, nyeri berat pada kepala, dan nyeri di belakang mata.

“Apabila melirik, rasanya mata saya ngilu. Demam yang saya alami naik turun. Terkadang saya merasa sembuh, tapi setengah jam kemudian kembali demamnya naik secara signifi kan,” ujarnya, baru-baru ini.

Setelah demam selama tiga hari, Daniel disarankan orangtuanya untuk cek kesehatan ke klinik. Hasil tes darah menunjukkan ia positif terkena demam berdarah dengue (DBD).

“Trombosit saya 123 ribu, padahal normalnya minimal 150 ribu. Terus, leukosit saya 1.900, padahal batas wajarnya minimal 4.000,” ungkap Daniel.

Ia pun dirujuk ke rumah sakit untuk rawat inap. Penanganannya, Daniel diinfus dan diberi obat penurun demam serta diharuskan makan banyak dan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Ia juga diminta minum yang banyak untuk menetralkan suhu tubuh dan toksin dalam tubuh.

Belum cukup sampai di situ, keluarga juga merekomendasikannya untuk minum sari kurma untuk memperkuat daya tahan tubuh. Selanjutnya, mengonsumsi jus jambu biji merah sebagai penurun demam. Daniel juga mengonsumsi obat herbal dan angkak yang dipercaya dapat meningkatkan trombosit.

Menurut dia, selama perawatan di rumah sakit, trombositnya naik turun secara drastis. Kondisi serupa juga terjadi pada suhu tubuhnya. Ketika saat fase kritis, demam memang turun. Akan tetapi, trombosit juga turun.

Baru kemudian saat memasuki hari ketujuh, trombosit Daniel meningkat. Hasil pemeriksaan rumah sakit memperbolehkan Daniel untuk istirahat di rumah.

Penanganan penyakit DBD sampai saat ini memang dititikberatkan pada pemberantasan vektor secara intensif dan terapi suportif karena belum ada obat dan vaksin untuk virus yang disebabkan nyamuk yang termasuk kelas famili flaviviridae tersebut.

Padahal, kejadian infeksi virus dengue merupakan jumlah terbesar di dunia.Dari 2,5 miliar penduduk dunia, diperkirakan terdapat 50-100 juta kasus setiap tahunnya. Data yang dilaporkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk DBD dari 2000 sampai 2007 ialah sebanyak 925.986 kasus di 70 negara di dunia.

Di Indonesia sendiri, demam berdarah telah menjadi masalah kesehatan yang menggerogoti masyarakat selama 41 tahun terakhir. Berdasarkan data pada 2007, lebih dari 35% di daerah urban, terhitung 150 ribu kasus yang dilaporkan, dan di antaranya 25 ribu kasus terjadi di Jakarta dan Jawa Barat, dengan case fatality rate (CSR) hampir 1%.

Ekstraksi propolis 
Su Mae Chia
Key Leader Regional Marketing HDI Su Mae Chia.

Guna merespons kebutuhan obat untuk menangani penyakit demam berdarah dengue itu, penelitian atas efek pemberian propolis sebagai terapi suportif DBD dilakukan.

Propolis ialah nama lain dari lem lebah, propolis balsam, dan propolis resin. Propolis merupakan substansi resin (sejenis getah tanaman) yang berasal dari kulit kayu dan pucuk-pucuk tanaman, yang dikumpulkan oleh lebah dan kemudian dicampur dengan lilin dan air liur lebah.

Propolis digunakan untuk melindungi pintu sarang lebah yang akan mensterilkan setiap lebah yang masuk. Selain itu lebah juga menggunakan propolis untuk memperbaiki sarang mereka yang retak atau rusak.

Metode yang digunakan dalam riset itu adalah double blind, acak, dan plasebo-terkontrol pada divisi penyakit dalam di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.

Pada metode yang berjalan sejak Mei 2012 hingga Juli 2013 itu, 63 pasien memenuhi kriteria inklusi.

Mereka diberi dua kapsul 200 mg Propoelix tiga kali sehari atau plasebo setiap hari selama tujuh hari yang dilakukan secara acak. Propoelix ialah ekstraksi super dari propolis yang dilakukan dengan menggunakan proses ekstraksi unik untuk menghilangkan bahan yang tidak diperlukan tubuh (misalnya resin) serta mempertahankan bahan aktif dalam bentuk unik yang bisa larut air.

Untuk mengetahui efektivitasnya, penelitian membandingkan perbedaan variabel klinis dan laboratoris pada kedua kelompok, termasuk marker antiinflamasi.

Pasien dianggap memenuhi kriteria teknis untuk keluar dari rumah sakit apabila jumlah trombosit mereka mencapai dan melebihi 100 ribu. Namun, mereka semua tetap diamati sebagai pasien rawat inap selama tujuh hari.

Lebih Cepat 

Menurut dokter spesialis penyakit dalam RSPAD Gatot Soebroto, dr. Soroy Lardo, Sp. PD. FINASIM, hasil dari riset itu, yakni 31 pasien pada kelompok Propoelix, menunjukkan kecenderungan pemulihan untuk jumlah trombosit lebih cepat pada hari ketiga dan menjadi signifikan pada hari keenam ketimbang 32 pasien pada kelompok plasebo.

Konsumsi Propoelix pun memberikan dampak penurunan signifikan di tingkat Tumor Necrosis Factor (TNF) pada hari ketujuh terapi ketimbang pasien pada kelompok plasebo. Selain itu, pasien kelompok Propoelix memiliki lama perawatan lebih singkat di rumah sakit jika dibandingkan dengan mereka yang berada di kelompok plasebo.

Kesimpulannya, Propoelix dinilai mampu mempercepat peningkatan jumlah trombosit, menurunkan tingkat TNF, serta mempersingkat masa rawat inap pada pasien DBD.

Terkait dengan itu, Senior Team Leader Product Development HDI, Alva Paloma, menjelaskan HDI Propoelix terbukti efektif sebagai terapi tambahan DBD yang diperoleh dari uji klinis pada penderita di rumah sakit.

Produk tersebut memiliki sifat antiinflamasi, antibakteri, antivirus, antijamur, immunomodulatory, antimikroba, memiliki antioksidan tinggi, dan juga mengandung Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE) yang tinggi.

Sifat-sifat yang terkandung pada HDI Propoelix sangat bermanfaat untuk membantu menyembuhkan penyakit degeneratif, yaitu penyakit yang disebabkan lemahnya sistem kekebalan tubuh, seperti diabetes, kanker, stroke, dan DBD.

“Hampir semua penyakit degeneratif disebabkan melemahnya respons sistem imun tubuh sehingga tubuh jadi amat mudah terinfeksi virus dari luar,“ ungkap Alva.

Apalagi, bila melihat tren saat ini, penyakit degeneratif kini tidak lagi didominasi usia lanjut. Sel-sel tubuh mereka tidak lagi berfungsi sempurna.

“Penyakit degeneratif kini menjadi penyakit yang berisiko pada semua orang. Penyakit degeneratif mampu menyerang setiap orang dalam rentang yang waktu yang cepat,“ pungkasnya.

(Wib/S-25) wibowo @mediaindonesia.com

Propoelix Plus - Efek Samping Kemo

Efek Samping Kemo Bisa Diminimalkan

PENGOBATAN kanker atau yang biasa disebut dengan kemoterapi tidak hanya memerangi sel-sel kanker, tetapi juga memiliki efek samping. Akan tetapi, dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, efek samping yang merugikan itu kini dapat diminimalkan.

Konsultan Medis High De­sert International (HDI) dr Ivan Hoesada, M BioMed, mengatakan pertumbuhan sel kanker dapat dicegah dengan mengonsumsi zat-zat yang mengandung antioksidan. Propolis herbal alami yang bersifat antikanker jika dikombinasikan dengan imunomodulator, yaitu ekstrak dari jamur lingzhi, maitake, dan shitake akan mengurangi efek samping kemoterapi.

“Efek kemoterapi itu beragam, obat kanker juga macam-macam. Tapi kalau dia bahannya alami, justru selain mencegah pertumbuhan sel kanker, juga bisa mengurangi efek samping kemo,” ujar Ivan saat acara Update on the Prevention & Therapy of Breast Cancer with Natural Antioxidant Propoelix di Jakarta, Sabtu (29/10).

Berdasarkan penelitian, komponen flavoloid pada propolis mampu bekerja pada tingkat biomolekuler yang menghambat pertumbuhan sel kanker. Berbeda dengan pro­polis di pasaran, HDI Propoelix Plus memiliki kandungan propolis alami herbal.

Lantaran itu, menurut Dokter Patologi Anatomi RS Karyadi Semarang dr Siti Amarwati, Sp PA (K), zat antikanker alami yang dikombinasikan dengan imunomodulator, yaitu ekstrak dari jamur lingzhi, maitake, dan shitake tidak hanya mampu melawan sel kanker. Lebih dari itu, kandungan tersebut juga tidak menimbulkan efek samping saat kemo.

“Bahkan, produk HDI Propoelix Plus karena tidak mengandung bahan kimia, jadi bisa dikonsumsi bersamaan dengan obat,” terangnya.

Senior Team Leader Pro­duct Development HDI Alva Paloma menambahkan, pihaknya ikut berupaya memberikan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat supaya lebih peduli pada kesehatan, terutama melakukan deteksi dini pada pencegahan kanker.

Propolis ektrak
Ilustrasi Propolis ektrak

Ekstrak Propolis Tingkatkan Trombosit Saat Sakit DBD 

Ada banyak obat-obatan herbal yang dipercaya bisa meningkatkan kadar trombosit yang rendah atau kurang dari 100.000 per mikroliter pada pasien demam berdarah dengue (DBD). Salah satu yang sudah dibuktikan lewat penelitian adalah ekstrak propolis.


Propolis adalah bahan perekat yang dikumpulkan dari getah tumbuhan yang dicampur dengan air liur lebah madu. Kandungan di dalam propolis antara lain Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE) yang berfungsi sebagai antiinflamasi dan antioksidan.

Penelitian yang dilakukan terhadap 63 pasien DBD di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta menunjukkan, pemberian ekstrak propolis membantu meningkatkan jumlah trombosit dan mempercepat penyembuhan.

“Obat ini dijadikan sebagai terapi tambahan dalam pengobatan pasien DBD. Adapun variabel yang diselidiki yaitu penanda anti-inflamasi, tingkat trombosit, leukosit, hematokrit, dan suhu tubuh,” kata Kasub SMF/Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi Departemen Penyakit Dalam, Letnan Kolonel Ckm Dr. Soroy Lardo, Sp.PD, dalam acara paparan hasil penelitian uji klinis ekstrak propolis di Jakarta (5/3/15).

Selain Soroy, penelitian ini juga dilakukan oleh tim peneliti RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta yang terdiri dari Kolonel Ckm Dr. Djoko Wibisono, SpPD, Letnal Kolonel Cfm Dr. Bagus Sulistyo Budhi, Sp.KJ, dan dokter asisten dr. Yongkie Iswandi Purnama.

Dalam penelitian, para responden dibagi menjadi dua kelompok, yang pertama mendapatkan ekstrak propolis propoelix 200 berbentuk kapsul dan kelompok kedua diberi plasebo (obat yang tidak memiliki zat aktif dan tidak memiliki efek apapun).

Hasilnya, 31 pasien yang meminum ekstrak propolis menunjukkan pemulihan lebih cepat pada hari ke-3 dan secara statistik lebih signifikan pada hari ke-6 dan ke-7, khususnya pada jumlah trombosit. Mereka yang meminum ekstrak propolis memiliki masa rawat inap lebih singkat di rumah sakit daripada yang berada di kelompok plasebo,” jelas Soroy.

Secara umum, pasien yang menerima ekstrak propolis memang menjalani rawat inap sekitar satu sampai dua hari lebih singkat. "Berbeda sehari dengan yang kelompok plasebo, tapi secara statistik itu bermakna," katanya.

Ditegaskan oleh Djoko Wibisono, ekstrak propolis digunakan sebagai terapi tambahan, bukan obat. "Yang utama tetap monitoring, terutama monitoring cairan pasien. Di sini kami akan menggunakan ekstrak propolis sebagai terapi tambahan, tapi tetap dengan persetujuan pasien," katanya.

Hasil penelitian ini juga telah dipublikasikan dalam jurnal Dove Medical Press, sebuah open access peer-review jurnal dan PubMed Central.

sumber: Kompas.com


Propolis Bantu Penyembuhan Demam Berdarah
Propolis bisa menjadi pendamping dalam terapi penyembuhan Demam Berdarah Dengue (DBD). 
Propolis Bantu Penyembuhan Demam Berdarah

Lebah dikenal sebagai hewan produktif yang sangat bermanfaat bagi manusia, melalui sejumlah produk yang dihasilkannya. Salah satunya adalah propolis, yaitu campuran getah tanaman sejenis pinus dengan air liur dan lilin lebah. Propolis digunakan untuk melindungi serta memperbaiki sarang lebah. Dengan kandungan anti-inflamasi, antivirus, dan anti-oksidan, propolis ternyata juga berguna untuk manusia.


Kegunaan Propolis pada Penyembuhan Demam Berdarah Dengue (DBD)

"Propolis bisa menjadi pendamping dalam terapi penyembuhan Demam Berdarah Dengue (DBD). Dengan proses penyembuhan yang lebih cepat, pasien tidak perlu berlama-lama dirawat di rumah sakit," kata peneliti yang juga Ketua Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK-USU), Aznan Lelo, pada temu media bertajuk "Kegunaan Propolis pada Penyembuhan Demam Berdarah Dengue (DBD)", di Jakarta, Selasa (28/1/2014).

Kegunaan propolis sudah terbukti secara klinis, melalui uji mutu yang dilakukan di SMF Penyakit Dalam, RS Persahabatan, Jakarta Timur. Dalam riset ini Aznan dan tim menggunakan propoelix, yakni ekstrak propolis berbentuk kapsul. Pemberian propoelix dilakukan selama empat hari, namun risetnya berlangsung selama empat bulan mulai Desember 2009 sampai Maret 2010.

Riset ini melibatkan 106 responden penderita DBD yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu yang diberi placebo dan propolis 100 miligram sebanyak tiga kali sehari. Propoelix dan placebo diberikan secara oral pada responden.

Hasilnya, kedua kelompok mengalami perbaikan klinis. Namun, hasil tes darah laboratorium pada hari kedua membuktikan, jumlah trombosit pada kelompok yang diberi propoelix lebih tinggi. Kelompok ini juga dirawat dalam waktu lebih cepat dibanding kelompok yang mengonsumsi placebo. Hasil ini sudah dimuat dalam jurnal Medika tahun 2013, atau bisa dilihat di www.jurnalmedika.com

Riset ini membuktikan propoelix efektif memperbaiki parameter laboratorium, kondisi klinis, dan menurunkan lama perawatan pasien DBD. "Sebetulnya pada hari kedua riset responden yang mengonsumsi propoelix sudah merasa baik dan ingin pulang. Namun kita cegah untuk mengantisipasi munculnya dampak negatif yang tidak diketahui sebelumnya. Lama perawatan selama empat hari meyakinkan dampak positif yang diberikan propoelix," kata Aznan.

Propoelix mengandung dua antioksidan utama, yang tidak terdapat dalam produk perlebahan lainnya seperti bee pollen atau royal jelly. Antioksidan tersebut adalah bioflavanoid dan Caffeic Acid Phenethyl Ether (CAPE). CAPE merupakan senyawa anti-inflamasi, yang mencegah pecahnya pembuluh darah sehingga penderita DBD tidak mengalami pendarahan. Sedangkan bioflavanoid merupakan antioksidan primer dengan kandungan lebih lengkap dibanding asetil kolin atau gama globulin.

"Memang di setiap vitamin pasti ada anti-oksidan, tapi jumlahnya terbatas dan harus dikonsumsi dalam jenis yang banyak sehingga bisa saling melengkapi. Sementara untuk flavanoid kita cukup mengonsumsi satu saja, karena di dalamnya sudah ada anti-oksidan yang memberi manfaat lebih. Manfaat propoelix sudah tidak perlu diragukan, apalagi sampai saat ini hanya propoelix yang sudah menjalani uji klinis," kata Chief Medical Consultant High Desert Indonesia (HDI), Ivan Hoesada.

Untuk menjaga kesehatan sehari-hari, Ivan menyarankan konsumsi propoelix kapsul satu kali sehari. Sedangkan untuk penderita DBD, propoelix dikonsumsi tiga kali sehari masing-masing satu kapsul. Dosis ini bisa dikurangi setengahnya untuk konsumsi anak yang menderita DBD.

sumber: Kompas.com


Pengobatan Komplementer dengan Propoelix
Pengobatan Komplementer dengan Propoelix untuk Mencegah dan Mengobati Penyakit Degenerat dan Infeksi’ seminar kesehatan tingkat nasional diselenggarakan oleh HDI Group of Company Indonesia di Syariah Hotel Solo, Sabtu (7/6/2014) 
HDIndonesia Perkuat Networking

Seminar bertajuk ‘Pengobatan Komplementer dengan Propoelix untuk Mencegah dan Mengobati Penyakit Degeneratif dan Infeksi’, diselenggarakan oleh HDI Group of Company Indonesia, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan dan meningkatkan pengetahuan serta  menambah wawasan mengenai pengembangan pengobatan komplementer secara menyeluruh.


Pengobatan Komplementer dengan Propoelix untuk Mencegah dan Mengobati Penyakit Degeneratif dan Infeksi

Key Leader Operations HDI Indonesia, Anita Eka Permatawaty, mengatakan selain mengedukasi sejumlah membernya yang kebanyakan dokter dan tenaga medis dibeberapa rumah sakit itu, juga upaya memperkuat eksistensinya yang sudah puluhan tahun di Indonesia.

“Komitmen kami terus mengedukasi manfaat produk hasil lebah mulai dari madu, bipolen, propolis dan propoelix, selain sebagai penguatan bran, ” jelas Anita kepada wartawan, di sela kegiatan seminar kesehatan tingkat nasional di Syariah Hotel Solo, Sabtu (7/6/2014).

Dalam kegiatan tersebut  membahas antisipasi serta pencegahan, perlindungan khusus, diagnosis hingga pengobatan penyakit menular.  Sedangkan HDI merupakan perusahaan network marketing bertaraf internasional yang mengkhususkan diri pada produk-produk kesehatan berbasis lebah.

“Produk yang kami kembangkan diantaranya HDI Propoelix, yakni  produk kombinasi propolis ekstrak dari berbagai belahan dunia,” tambah Anita. HDI Propoelix mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk melawan radikal bebas penyakit degeneratif. Produk itu diklaim sudah teruji secara klinis, hasilnya terbukti aman dengan tidak adanya efek samping selama uji klinis berlangsung.

“Target dari seminar ini masyarakat bisa lebih aware terhadap produk lebah. Sekaligus menginformasikan  ada produk komplementer yang bisa membantu pasien,” tutup Anita.  – ian

sumber: Jateng Online


Mengenal madu
Yuk, Mengenal Madu

Madu sejak lama telah digunakan untuk pengobatan atau menjaga kesehatan tubuh. Hanya saja pada bayi di bawah usia satu tahun tidak disarankan mengonsumsi madu. Pasalnya, tubuh bayi belum bisa mencerna madu. Di atas usia satu tahun sudah bisa diberikan. Madu adalah zat alami yang dihasilkan oleh lebah dari sari bunga.

Menguak Fakta dan Mitos dari Produk Perlebahan dan Apitherapy bagi Kesehatan Manusia

"Penelitian modern telah menunjukkan bahwa madu memiliki zat anti inflamasi (peradangan) dan merangsang respon imun dalam luka," kata Kepala Jaringan Medis HDI Indonesia, dr Ivan Hoesada saat jumpa pers tentang "Menguak Fakta dan Mitos dari Produk Perlebahan dan Apitherapy bagi Kesehatan Manusia" di Jakarta, Jumat (30/8).

Zat alami dari lebah tersebut (perlebahan) tidak hanya madu. Tapi dikenal juga seperti propolis, bee pollen dan royal jelly. Setiap produk perlebahan mengandung zat dan nutrisi yang berbeda, serta efek yang berbeda bagi tubuh.

"Tidak banyak yang tahu perbedaan dan kegunaan dari masing-masing produk tersebut serta manfaat nyata yang dirasakan oleh tubuh manusia setelah mengonsumsinya. Sebagai contoh produk madu berjenis bee pollen tidak baik untuk mereka yang memiliki riwayat alergi. Bee pollen berbahan serbuk sari," ujarnya. (lis)

sumber: Warta Kota
berita sejenis juga dimuat di: Koran Sindo


Inspirasi Hidup Sehat Secara Alami dengan Bee Botanics
Perwakilan Manajemen HDI dan Penyiar iRadio Bandung 
Healthy Talk Show di Bawean Resto, Bandung

Sesuai dengan komitmen HDI Indonesia dalam mengembangkan dan mengedukasi masyarakat Indonesia tidak hanya mengenai manfaat dan nutrisi produk perlebahan untuk kesehatan namun juga memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai bagaimana lebah berkontribusi terhadap kehidupan manusia dengan cara yang berbeda.


Inspirasi Hidup Sehat Secara Alami dengan Bee Botanics

HDI Indonesia bekerjasama dengan Hard Rock FM dan iRadio Bandung menggelar acara OFF Air dan ON Air  Healthy Talk Show di Bawean Resto, Bandung. Acara yang mengusung tema "Inspirasi Hidup Sehat Secara Alami dengan Bee Botanics" membahas masalah kesehatan kulit secara keseluruhan dan manfaat dari antioksidan yang dipandu oleh dr. Dono Anggoro Sigit, Sp.KK. Namun pembahasan ini akan selalu dikaitkan dengan peningkatan pemahaman mengenai pola hidup sehat secara alami.

Acara yang dihadiri sekitar 100 orang sosialita Bandung dan rekan-rekan dari media, tampak pula tamu kehormatan yakni perwakilan dari Ibu Walikota Bandung, dr. Siska Gerfianti, MHKes Kepala UPT Puskesmas Talagaboda yang turut serta membahas pentingnya hidup sehat secara alami.

Reni Nugrahika Radhan, Communication Manager dan juga selaku ketua panitia menjelaskan alasan dari kegiatan Healthy Talkshow ini diselenggarakan adalah "Utamanya untuk memberikan inspirasi kepada keluarga Indonesia untuk hidup lebih sehat dan lebih ramah lingkungan di rumah, sebagai langkah awal menuju dunia yang lebih berkelanjutan karena Alam adalah sumber kehidupan. Di alam, terdapat semua bahan yang bisa dimanfaatkan untuk melindungi sekaligus menutrisi tubuh manusia."

HDI menciptakan produk Bee Botanics™ didasari atas kebutuhan seluruh anggota keluarga: ayah, ibu, dan anak-anak, yang memilih untuk hidup makin sehat, dimulai dari langkah-langkah kecil dalam kesehariannya. Kami menghadirkan rangkaian produk perawatan tubuh dan mulut yang berbasis bahan alami yang aman dan natural untuk keluarga dengan menggabungkan manfaat terbaik dari lebah, obat dari tanaman, dan ilmu pengetahuan manusia.

Jenis produk itu adalah Bee Botanics™ Propolis Bath Soap yang menggunakan bahan aktif alami yaitu Propolis, Ekstrak Madu, Witch Hazel, dan Yogurt, mempunyai manfaat yakni antimikroba, berfungsi melindungi, melembapkan dan menutrisi kulit.

Ada juga Bee Botanics™  Propolis Facial Wash Gel yang mengandung campuran bahan alami Bee Propolis, Aloe vera, dan multivitamin, menjadikan kulit semakin bersih dan terlindungi. Kesegaran Aloe vera akan menjadikan kulit tampak cerah dan bebas noda hitam. Lembut untuk digunakan sehari-hari dan sangat efektif untuk mereka yang memiliki kulit berminyak, bermasalah atau sensitif.

Lalu ada Bee Botanics™ Propolis Mouthwash yang menggabungkan sifat antimikroba propolis dengan rasa yang menyegarkan dari Peppermint untuk memberikan nafas segar tahan lama dan mempunyai antimikroba dan bebas alkohol.

Alva Paloma, Senior Business and Product Development Manager HDI Indonesia menjelaskan, "Propolis yang digunakan merupakan hasil ekstraksi dengan teknologi tinggi CMCE (Continuous Multi-Stage Countercurrent Extraction). Teknologi ini mampu membuang semua susbtansi yang tidak berguna dan mempertahankan secara optimal zat yang berguna pada propolis, yaitu bioflavonoid, polifenol, asam fenolat, ester, dan flavon.

Propolis ekstrak memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Paparan sinar matahari, asap rokok, polusi udara mengakibatkan radikal bebas. Dengan penggunaan produk kesehatan tubuh berbahan dasar propolis, dapat membantu mengurangi pembentukan radikal bebas". (Donny/ PR info)***



Ampuh Jadi Antioksidan dan Atasi Radikal Bebas
Corporate Communication Manager HDI Group of Companies Indonesia Reni Nugrahika Radhan ketika menunjukkan beragam produk HDI Propoelix, yang dibuat dari sarang lebah dan bermanfaat sebagai antioksidan alami, di Yogyakarta belum lama ini. 
Jadi Antioksidan dan Atasi Radikal Bebas

Khasiat madu yang bagus sebagai sumber energi, kesehatan, dan kecantikan manusia, memang tidak diragukan lagi.


Manfaat Sarang Lebah

Selain madu, kandungan antioksidan pada sarang lebah dan segala hal yang dihasilkan oleh lebah, terutama ekstrak propoelix, selain berkhasiat sebagai obat demam berdarah (DBD), ternyata juga berpotensi untuk mengobati penyakit akut dan kronis lainnya seperti HIV dan ebola.

”Selama sepuluh tahun bicara produk perlebahan bersama HDI, seperti madu ada zat yang berkhasiat sebagai obat untuk manusia. Saya meyakini ini karena dalam Alquran (juga dijelaskan) tentang perlebahan. Ditemukan ekstrak propoelix, lalu diberikan pada pasien DBD di rumah sakit, hasilnya sangat menakjubkan,” ujar Pakar Farmakologi Prof Aznan Lelo dalam seminar kesehatan yang digelar oleh HDI Indonesia bersama IDI Yogyakarta di Crystal Lotus Hotel Yogyakarta belum lama ini.

Menurutnya, timbulnya berbagai gangguan DBD tidak lepas dari terganggunya sistem imun pada tubuh manusia. Sehingga antioksidan dan kemampuan untuk mengatasi radikal bebas dalam tubuh berkurang. Namun dengan mengonsumsi HDI Propoelix, salah satu hasil produk perlebahan, ternyata mampu berperan sebagai terapi pendukung penanganan DBD dan penyakit akut lainnya.

”Dengan mencoba propoelix itu dalam uji klinis di rumah sakit, suhu tubuh cepat turun dan trombosit meningkat. Tidak ada efek samping. Bahkan baru-baru ini dicoba pada HIV yang menakutkan. Riset masih berjalan dan belum bisa dikatakan, tapi amat sangat menjanjikan,” katanya.

Di samping HIV, kandungan propoelix juga diyakini bisa menurunkan gula darah maupun kolesterol dalam darah. Bahkan bisa pula mencegah jantung koroner bila rutin mengonsumsinya. Kandungan ini juga berpotensi sebagai pengobatan penyakit ebola sekalipun. Karena gejala ebola hampir sama dengan DBD, yang menyebabkan terganggunya sistem imun dan kadar antioksidan dalam tubuh.

Hal senada juga dikatakan oleh Spesialis Penyakit Dalam sekaligus Staf Pengajar Farmakologi dan Terapi FK UGM Yogyakarta dr Woro Rukmi Pratiwi. Lewat hasil penelitiannya tentang pengembangan sedian madu super propolis sebagai immunomodulator terstandar pada model kanker payudara, bahwa zat-zat yang terkandung dalam propolis ini bermanfaat untuk menyokong fungsi imunitas tubuh secara alami.

Propolis juga membantu proses regenerasi sel karena mengandung lebih dari 16 rantai asam amino esensial. ”Dalam perlebahan ada berbagai macam seperti propolis, sarang lebah, bipolen, madu, royal jelly, dan lainnya. Yang termasuk obat maupun makanan kesehatan. Untuk propolis ini dikenal punya sifat antibakteri, antimikroba, dan punya antioksidan tinggi yang sejak dulu sudah digunakan.

Dalam HDI kandungan antioksidan bisa sampai 21.921, dan merupakan produk suplemen,” urai Chief Medical Consultant HDI dr Ivan Hoesada. Sekadar informasi, ada lima konsep produk perlebahan untuk kesehatan manusia.

Yakni sebagai sumber antioksidan, sebagai agen antimikroba, sebagai sumber energi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mengandung banyak nutrisi. Yang di dalamnya termasuk asam amino, vitamin, dan mineral.

Siti Estuningsih

sumber: Koran Sindo


Heru Darmawan

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjadvYLwqQPp8L0Y5EU6ZdUb6axj9ICpf-uprHaCJ3zNZ-7OS6Lsh96PuSOxhOcAd7vc-wJu5tLpXwjQJ-gYOPjPLiwYeujS47CGFkiMMd4sFAFUs5mUMLEIaJlkz4oRIIwYSOErSytITWH/s1600/Bisnis+HDI.png} Bisnis High Desert adalah bisnis jaringan sosial network marketing produk perlebahan dari HDI. Pengunjung dapat turut bergabung dalam komunitas dan merasakan berbagai kemudahan dengan menjadi Enterpriser. {facebook#https://www.facebook.com/heru.darmawan.HDI} {twitter#https://twitter.com/maduaslihd} {google#https://plus.google.com/+Bisnis-hdiBlogspot} {pinterest#http://www.pinterest.com/creativeidea153} {youtube#http://www.youtube.com/channel/UCblOoPHf7ArXfRYqKXgCpOw} {instagram#https://www.instagram.com/heru.hdi/}